Makna filosofis domino dapat pula
dilihat sebagai berikut : Pembagian kartu secara merata
kepada empat pemain, masing-masing berjumlah tujuh kartu secara merata dan adil. Layaknya hidup kalah menang bergantung ikhtiar manusia. Akhir hidup manusia, bahagia atau sebaliknya, sangat
bergantung pada ikhtiar masing-masing indivudi tadi. maka setiap
kartu yang kita turunkan adalah ikhtiar kita dan tentunya masing-masing
mempunyai resikonya. Kita meyakini bahwa dalam alam raya ini, tidak ada sesuatu
yang terjadi karena kebetulan, semuanya mempunyai hukum kausalitas, ada sebab
ada akibat.
Selanjutnya
makna sosilogis, bahwa pada dasarnya dalam suatu masyarakat terdapat individu-individu
yang membentuk dan mempangaruhi/dipengaruhi masyarakatnya. Dan kerjasama dalam
kelompok masyarakat tadi lebih mempercapat arah gerak sejarah masyarakt kearah
peradaban yang manusiawi,bahwa kita lebih bermanfaat untuk kemanusiaan jika
jalinan kerjasama terjadi secara dialogis dan bukan karena tepaksa.
Dalam permainan
domino, kita mengenal partner. Sehingga terjadi semacam permainan ganda : masing-masing mempunyai teman dan harus bekerja sama untuk
mencapai sebuah kemenangan. Untuk mencapai kemenangan dibutuhkan sebuah saling
pengertian dan pemahaman karakter atau cara bermain teman/partner disamping
tentunya kecerdasan masing-masing membaca kartu.
Semoga
penulisan ini, hanya awal dari sebuah penggalian dan pencarian makna-makna dari
nilai-nilai leluhur para pendahulu nusantara kita, bukankah maju tidak sebuah
bangsa juga sangat ditentukan oleh identitasnya. bahkan jepang, sebuah Negara
maju, yang sempat terpuruk karena bom atom amerika pada tahun 1945, mampu dan
cepat mengejar ketertinggalan karena tetap menggali nilai-nilai budayanya dan
akhirnya mempunyai identitas di tengah gempuran budaya barat yang dominan.


