Kampung Indonesia Sebagai Identitas

Facebook
RSS

Industri Rumah Sakit : Sistem Lokalisasi (2)

-
Arung Shad S


Realitas Rumah Sakit yang terjadi di Kota Malang adalah satu dari sekian ribu realitas keprihatinan. Mungkin sebagai dokter atupun staff, perhatian yang kurang terhadap pasien dikarenakan jumlah mereka tidak seimbang dengan jumlah pasien. Tepatnya persoalan sumber daya manusia. Pribadi dokter dan staff mungkin juga menginginkan pelayanan terbaik. Mengingat dokter atupun staff rumah sakit punya etika atau aturan main dalam profesi mereka.

Namun yang menjadi kendala bahwa persolan system ala lokalisasi. Siapa pun yang mampu membayar sesuai dengan standar berkelas akan mendapat fasilitas yang juga memuaskan. System rumah sakit di negri ini tidak lebih dari system lokalisasi “ siapa yang mampu membayar mahal tentunya akan mendapatkan servise memuaskan”. Tidak fair menekan kesalahan pada dokter dan staff semata. Fenomena pasien yang ditelantarkan tidak lain karena system rumah sakit.

Di samping itu, para dokter dan staff rumah sakit seharusnya mendapatkan pembelajaran bagaimana mereka mampu mengembangkan kepekaan mereka atas penderitaan rakyat, artinya kepekaan sosial mereka harus ditingkatkan. Kurikulum kedokteran juga harus mampu mengembangkan kepekaan social para calon dokter atau perawat, bukan hanya memberikan materi masalah obat, biologi, ilmu bedah dll. Juga kesadaran seluruh masyarakat terhadap undang-undang rumah sakit, pasien, dan seluruh yang berkaitan dengan obat mengobati.

Rumah sakit sebagai sector pelayan public. Artinya, berdiri di atas keringat rakyat; “dari rakyat untuk rakyat” secara ideal harus mampu memberikan pelayanan terbaik bagi rakyatnya. Salah satu implementasi undang-udang adalah pelayanan rumah sakit diberikan secara gratis kepada masyarakat tanpa kecuali. Dan, memberikan prioritas kelas ekonomi menengah ke bawah.

System lokalisasi “siapa yang mampu bayar tinggi akan mendapatkan pelayanan yang memuaskan” berindikasi kuat, bahwa telah terjadi pengambilalihan para pemodal atau kapitalis terhadap pelayan public, dalam hal ini rumah sakit.