Kampung Indonesia Sebagai Identitas

Facebook
RSS

Dilema Demokrasi : Interaksi Sistem Yang Lain (2)

-
Arung Shad S


 Perkembangan gejolak demokrasi dan wacana turunan yang lain, kita mendapati sebuah system yang memang cukup familiar dan akrab di depan mata, tapi seolah-olah sangat sulit dipadukan dengan konsep demokrasi, yaitu system yang dikenal sebagai Islam.

Secara normatif, Islam menekankan pentingnya ditegakkan amar ma’ruf nahi munkar bagi semua orang, baik sebagai individu, anggota masyarakat maupun sebagai pemimpin negara. Doktrin tersebut merupakan prinsip Islam yang harus ditegakkan dimana pun dan kapan saja, supaya terwujud masyarakat yang aman dan sejahtera.

Namun, hingga abad ke-21, tidak sedikit kalangan yang melihat adanya kontradiksi atau friksi antara konsep islam sebagai nilai-nilai  universalisme dan demokrasi sebagai tatanan ideal dalam membentuk dan membangun masyarakat. Kadang kita mendengar dari “segerlintir” orang bahwa system demokrasi atau ada kaintannya atau malah bersebrangan dengan islam.[1] Yang paling pahit, sebagian kalangan menuduh kalau demokrasi adalah barang inpor dan tidak berkesesuain dengan prinsip-prinsip tatanana masyaralat timur, dalam hal ini islam.

Berbeda dengan kalangan tadi, banyak kalangan pemikir dan intelektual menilai dan menegaskan bahwa sejak awal islam dan umat islam di Indonesia adalah pendukung system demokrasi. Umat islam sebagai mayoritas sangat berbeda dengan mitranya di berbagai belahan dunia, yang menolak atau ragu dengan demokrasi, rakyat Indonesia mayoritas muslim memandang demokrasi sebagai realisasi  prinsip syuro seperti yang di ajarkan kitab sucinya[2]

Maka kita dapati wacana yang berkembang, antara klasik dan modern. Artinya, masih berkembang dua pemikiran besar di kalangan umat islam tentang dikotimistik demokrasi disatu sisi dan islam pada sisi yang lain.[3] Sebagai respon kaum intelektual, muncul keresahan-keresahan yang sekiranya disikapi secara arif, sebagai jawaban dari pertanyaan besar dalam tulisan ini, bagaimana dialektika atau hubungan dinamis antara praktek system politik islam dan konsep demokrasi yang coba ditegakkan di Indonesia?


[1] Ahmad Syafii Maarif, Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan Dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejrah, Mizan, Bandung, 2009, hal. 147
[2] Fahmi huwaydi, Demokrasi, Oposisi Dan Masyarakat Madani: Isu-Isu Besar Politik Islam, terjemahan oleh Muhammad Abdul Gafur, Mizan, Bandung, 1996, hal. 212-234
[3] Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF, “Islam, Negara, dan Civil Society” dalam pengantar editor Islam Negara Dan Civil Society: Gerakan Dan Pemikiran Islam Kontemporer, paramadina, Jakarta, 2005. Hal. xi