but today, we lived.
Makes every yesterday a
dream of happiness,
And every tomorrow a vision
of hope.
Look well, therefore, to
this day….--from the Sanskrit--
Malam ini, saya memandang diri di depan cermin. yang terlihat
seseorang yang mempunyai status dalam gelombang perjalanan masyarakat. Status,
sebuah pemberian disengaja ato tidak. Status itu pula yang kemudian mengikat
orang dalam cermin tadi pada sebuah peran. Peran tidak lain adalah gerak
dinamis status tadi, ato dengan kata laen, peran adalah apa yang diharapkan
oleh masyarakat kepada kita yang mempunyai status.
Merasa sudah ”cakep”, saya keluar dari kamar. Dan menyadari
sandangan status tadi bukan milikku seorang. Saya ternyata bagian kecil dari
kolektivisme sebuah kelompok yang selama ini terus bergerak. Bereksistensi diri
dalam sebuah organsasi yang melaju bersama masyarakat di mana dia hidup dan
berkreasi. Indvidu-individu yang bersatu pada dalam derap langkah dalam satu
balutan cita-cita luhur.
Pada proses selanjutnya, diri sudah melebur dalam
kolempok tadi, dan setiap kata yang keluar bermetaforfosis dari diriku seorang
menjadi kita dan ke-kita-an. Ketua, pengurus, dan anggota tidak lagi berdiri
sendiri dalam kedirian masing-masing, namun kokoh bersama ke-kita-an. Semua dalam bingkai
kekeluargaan mengusung sebuah perubahan.
Kita adalah kelompok kecil dalam masayarakat yang merasa
diri punya daya untuk terus melangkah dalam cita-cita. Kita adalah
kelompok-kelompok yang nota bene organik, mendesak kelompok besar untuk ikut
bersama dalam nuansa ke-kita-an, sehingga tiada ada lagi kita dan mereka. Kita
yang ingin merubah tatanan dan mereka yang terus berjuang mempertahankan
tatanan. Tidak ada lagi kaca mata ato persepktif kita dan mereka. Kita yang
terus mengajak dan memberi saran untuk sebuah perubahan yang lebih baik di masa mendatang.
Dapat dtebak, status kita adalah agen perubahan,
kelompok-kelompok yang diharapkan memberi kontrol dalam masyarakat, kelompok
kecil penggerak moral dan bukan sebaliknya—obyek dari gerakan moral. kelompok yang diharapkan
berperan memberikan pencerahan kepada kelompok yang lebih besar, pencerahan
kepada masyarakat yang lebih besar di lingkungannya. Ya, status yang dilekatkan
kepada kita, sampai detik ”refeleksi” ini dituliskan memang belum punah dan
terus mengikat kita samua dalam setiap jengkal perjalanan kita.



