Banyak
kalangan berpandangan akan kedekatan antara sosialisme dengan Islam sebagai
ajaran ramatan lilalamin, revolusi iran tahun 1979 sebagai contoh, dikatakan
adalah sebuah keberhasilan sosialisme Marxian. Namun kemunculan idiologi ini
sebagai reaksi terhadap revolusi industri dan akibat-akibatnya yang menurut
kalangan ini sangat tidak memenusiakan manusia, adanya penindasan serta
penghisapan manusia terhadap manusia yang lain atau yang lebih kita kenal
dengan eksploitasi oleh kaum pemilik modal kepada kelas proletar atau yang
tidak bermodal. Musabab teori marxis muncul sebagai kritik pada system
kapitalisme maka kabanyakan bahkan seluruh pandangan marx kemudian tidak lepas
dari sebuah kritik terhadap realitas sosial masyarakat karena dampak system
kapitalis itu sendiri.
Pada
dasarnya teori ini tidak berbicara akan realitas kemudian berdiam diri sebagai
kalangan lemah atau seperti propaganda kalangan agamawan waktu itu bahwa nasib
penderitaan rakyat adalah sebuah -keniscayaan, bahwa penderitaan rakyat adalah
takdir yang sudah ditetapkan oleh tuhan, rakyat yang tabah kemudian dalam
segala cobaan dunia akan mendapat ganjaran disisi tuhan pada kehidupan
selanjutnay atau kehidupan sesudah mati. Jadi teori ini berbicara bagaimana
merubah sebuah tatanan sosial, bagaimana merubah nasib-nasib kaum proletar yang
menjadi obyek penindasan oleh kaum pemilik modal.
Dalam
perdebatan teori-teori sosial, tepatnya dalam konsep teori ilmu sosiologi
pemikiran marx masuk dalam kategori perspektif konflik. Yang kemudian harus dilihat
konteks yang mendasari perspektif ini lahir. Sebagaimana yang sedikit telah
disinggung bahwa pemikiran karl marx sangat dipengaruhi oleh munculnya
industrialisasi abad ke-19 yang melahirkan ranah-ranah sosial yang sangat
kontras yaitu kehidupan kaum buruh yang hidup menderita serta sangat sengsara
disatu pihak dan pemilik alat-alat produksi yang menikmati surplus yang
disumbangkan oleh keringat dan tenaga yang dikeluarkan leh kaum buruh di pihak
lain.dari latar belakang sejarah itu kemudian dapat ditelusuri benang merah
yang menggambarkan munculnya kondisi-kondisi yang mempengaruhi aliran marxis
awal, pertama, munculnya tekanan structural yang kuat terhadap individu. Kedua,
kondisi industri yang memperburuk hubungan sosial yang kemudian membawa kedalam
elienasi kaum buruh, bukan saja alienasi individual melainkan alienasi missal
sejalan dengan persebaran mode of production yang tentunya dikendalikan oleh
industri
Pada
zamannya walaupun menjadi jalan keluar bagi kaum buruh, namun dalam konteks
hari ini kajian pemikiran marx perlu dikaji ulang untuk kemudian menjadi
tawaran atau sebuah konsepsi untuk rakyat dunia. Salah satunya pandangan marx
tentang agama, bahwa agama kemudian sudah usang dalam sebuah pergolakan sosial
menuju perubahan nasib kaum buruh, bahkan kaum agamawan berselingkuh dengan
kaum pemodal serta turut andil dalam parade penindasan, kaum agamawan dengan
legitisimasi ketuhanan turut dalam pasar malam ekploitasi kaum buruh oleh
pemodal. Sehingga sangat wajar jika dalam perkembangan sejarah awalnya
perspektif ini reprsentasi teori anti tuhan atau atheis. Agama adalah candu
bagi masyarkat adalah kalimat yang sering dilontarkan oleh kalangan Marxian.
Lalu
bagaimana mungkin sebuah tata nilai yang sangat bersebrangan dapat diidentikkan
atau bahkan disamakan,seperti dugaan beberapa kalangan yang sisebutkan diatas,
antara islam yang menganut ajaran monoteisme mutlak bertuhan pada satu
kebenaran mutlak disatu pihak dan marxisme dipihak lain. Sebagai contoh
konsepsi Marxian akan sebuah revolusi, bahwa revolusi mutlak terjadi oleh
persatuan kelas buruh di seantero dunia, dan hanya kelas inilah yang akan
menggalakkan revolusi kelas lain tidak, sedengkam konsepsi islam tentang sebuah
revolusi bahwa tata nilai islam mengajarkan sebuah revolusi menuju perubahan
nasib kaum-kaum terindas atau mustadaifin namun tidak harus dan an sich
digalakkan oleh kaum tertindas itu sendiri namun juga mampu digelorakan oleh
kaum-kaum luar, bahkan kelas pemilik modalpun mampu jika berorintasi pada
keberpihakan kebenaran.


