Ketika reformasi terjadi nama mahasiswa kembali
naik daun. Media, baik cetak maupun elektrotik, lokal maupun nasional,
membicarakan peran mahasiswa dalam reformasi. Aksi yang dilakukan oleh
mahasiswa dianggap mempunyai peran yang besar bagi turunnya Presiden kedua RI
H. Muhammad Soeharto yang telah berkuasa selama kurang lebih 32 tahun. Orde
Baru yang sudah menguasai negeri selama tiga dasawarsa dan hampir memiliki segalanya
ternyata bisa ditumbangkan.
Kontribusi tersebut
bukanlah yang pertama yang diberikan oleh mahasiswa Indonesia. Jatuhnya Orde
lama yang kemudian digantikan oleh Orde Baru juga tidak lepas dari peran
mahasiswa. Gerakan mahasiswa yang berhasil menjatuhkan Orde Lama kemudian
dikenal dengan “Angkatan ‘66”. Angkatan tersebut melahirkan banyak tokoh yang
masih mempunyai pengaruh yang kuat sampai sekarang.
Gerakan
kemerdekaan, yang akhirnya berhasil membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu
penjajahan Belanda yang sudah berlangsung dari dari tiga abad, tidak lepas dari
peran penting mahasiswa. Bung Tomo, Bung Karno, Bung Hatta dan banyak lagi yang
lainnya adalah para mahasiswa yang menjadi pemimpin perjuangan kemerdekaan. Dan
yang perlu dicatat, banyak di antara para mahasiswa pemimpin perjuangan adalah
mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang dirikan oleh Pemerintah Hindia
Belanda. Karena adanya kesadaran akan kondisi bangsa, mereka justru melawan
pemerintah yang mendirikan perguruan tinggi mereka.
Peran mahasiswa
dalam perjuangan kemerdekaan dan pengusiran penjajah, penumbangan Orde Lama,
dan penumbangan Orde Baru menempatkan mahasiswa pada kelompok yang
diperhitungkan. Perubahan-perubahan besar yang terjadi Negara ini hamper selalu
melibatkan mahasiswa. Maka tidak mengherankan kalau kemudian mahasiswa
mendapatkan sebutan yang mentereng, agent
of change.
Tapi selain
peran kebangsaan yang diwujudkan dalam aksi nyata melawan pihak-pihak yang
dianggap menindas rakyat, mahasiswa mempunyai tugas untuk memperdalam ilmu
sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Mahasiswa Tekni Sipil misalnya, ia
harus menguasai betul bagaimana membuat bangunan yang baik dan kokoh sehingga
bangunan tersebut tidak roboh ketika baru berusia beberapa bulan saja.
Mahasiswa Jurusan Planalogi harus tahu bagaimana mendesain sebuah kota dengan baik sehingga
tata ruang kota
di kota-kota yang ada di negeri ini tidak amburadul. Kebutuhan akan penguasaan ilmu
pengetahuan di wilayah disiplin akademik merupakan salah satu kebutuhan dasar
mahasiswa. Karena merupakan kebutuhan dasar, maka hal tersebut tidak dapat
ditunda pemenuhannya.
Salah satu
bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar akademik adalah kebutuhan referensi dengan
buku bacaan. Sebagian dari kebutuhan akan buku referensi sudah dipenuhi oleh
kampus. Mahasiswa bisa menjaci referensi di perpustakaan yang dipunyai oleh kampus. Tapi kampus tidak
bisa memenuhi semua kebutuhan referensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Untuk itu mahasiswa harus memenuhi
sendiri kebetuhannya. Pertanyaannya, berapa besar alokasi anggaran yang disiapkan oleh
mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan akan referensi?


