Di sini, badan jiwa masihlah
layar mengembara pada tiap tepian waktu
Dinda, kian banyak jua kata
tuk mengumbar
Seiring tepian waktu tlah
berjuta kujajaki
Kadang pula engkau hilang
dalam pandangan dan ingatan waktuku
karena ku disibukkan
penjelajahan ombak dan pulau kehidupan
Sedari pergolakanku dari
satu ke ombak ke satu ombak dalam dialektika
Mungkin aku jadi lumut
kini,telah tua termakan harapan
Tanpa aku dan engkau sadari
Dinda….
Pada tiap tetesan penamu
menorehkan kenangan
Kadang engkau muram,duka,
tapi suka mengusap duka sedihmu
Ya,…kenangan akan kejadian
yang pernah ada
Walau engkau dan aku tak
mendamba kenangan sejarah
Kenangan, akan letupan
rengekan masa kecil yang sudah lewat
Merindu dinda ,
Malang, tanpa tanggal- 2005


