Salah satu hal mengenai Islam yang tidak mungkin diingkari ialah
Pertumbuhan dan perkembangan Agama itu bersama dengan pertumbuhan dan
perkembangan system politik yang diilhaminya. Sejak Rasulullah malakukan hijrah
dari Mekkah ke Yastrib yang kemudian diubah namanya menjadi Madinah, hingga
saat sekarang ini dalam wujud sekurang-kurngnya Kerajaan Saudi Arabia dan
Republuk Islam Iran, Islam menampilkan dirinya sangat terkait dengan politik.
Hubungan antara Agama dan negara dalam islam, telah diberikan
teladannya oleh nabi sendiri setlah hijrah dari mekkah ke madinah. Dari nama
yang dipilih oleh nabi bagi ibukota
hijrahya itu menunjukkan rencana Nabi dalam rangka mengemban Misi sucinya dari
Tuhan, yaitu menciptakan masyarkat berbudaya tinggi, yang kemudian menghasilkan
suatu entitas Sosial-Politik, yaitu sebuah negara. Negara Madianah Pimpinan
Nabi itu seperti yang dikatakan Robert Bellah, seorang ahli Sosiolog agama
terkemuka, adalah model bagi hubungan antara Agama dan Negara dalam Islam.
Muhammad Arkoun, salah seorang pemikir Islam Kontemporer terdepan menyebut
usaha Nabi saw itu sebagai eksprimen Madinah.
Menurut Muhammad Arkoun, eksprimen madinah itu telah menyajikan
kepada umat manusia contoh tatanan sosial-politik yang mengenal pendelegasian
wewenang ( wewenang atau kekuasaan tidak memusat pada tangan satu orang seperti
pada system diktatoral, melainkan pada orang banyak melalui Musawarah ). Ide
pokok dari eksprimen Madinah oleh nabi ialah adanya suatu tatanan
sosial-politik yang tidak diperintah oleh kemauan pribadi, melainkan secara
bersama-sama; tidak oleh prinsip-prinsip ad hoc yang dapat berubah-ubah
sejalan dengan kehendak pimpinan, melainkan oleh prinsip-prinsip yang
dilembagakan dalam dokumen kesepakatan dasar semua anggota masyarkat, yaitu
sebua konstitusi.
Bagaimana dengan gerakan politik Islam Indonesia atau lebih tepatnya
gerakan politik umat Islam Indonesia dari waktu ke waktu ?
Memperbincangkan
Pergerakan Politik umat Islam Indonesia mejadi kajian yang sangat menarik dan
menghanagt pada tiap perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia hal ini
disebabkan pergerkan umat Islam punya peran yang sangat besar pada bangsa ini.
Namun sebelum memperbincangkan lebih jauh akan sangat berguna jika terlebih
dahulu mengetahui kapan dan mngapa ada pembagian-pembagian adanya Nasionalis,
Sosialis, dan Nasionalis Religius atau Agamis yang komitmen pada berdirinya
Negara Islam..?
Dan bagaimana
perkembangan peta pergerakan umat islam pasca pamaksaan orde baru dengan asas
tunggal ? Sejauh mana signifikansi pembagian kelompok Nasionalis, Sosialis,
Agamis serta mengapa indonsia tidak mampu menjadi negara agama oleh kalangan
agamawan ?
Sejauh mana perkemabangan peta politik umat islam pasca kemerdekaan
hingga hari ini ?
Masalah yang kemudian menjadi focus oleh penulis dalam makalah ini
adalah tentang pembahasan yang panjang dan bisa disebut klasik namun masih
tetap hangat diperbincangkan adalah peran umat islam dalam kaitannya
pembententukan negara indonesia, sejak kemerdekaan hingga sekarang yang sangat
ramai dengan pergerkan poltik umar islam khusunya pasca reformasi


